SUASANA DAN CARA KERJA

  1. Suasana kerja Dewan Paroki menampakkan wajah paguyuban, yaitu terbuka, bersahabat, mengasihi secara tulus, dan mengutamakan yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir. Wajah paguyuban ini tidak berarti menghilangkan cara kerja profesional.
  2. Cara kerja Dewan Paroki menggunakan model kerja tim maupun pembentukan panitia tersendiri. Maksud pembentukan panitia tersendiri ini adalah untuk melibatkan, memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada orang-orang baru yang mempunyai kemampuan dalam pelayanan umat, yaitu panitia Pesta Santo Yusup, panitia Natal dan panitia Paskah.


PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pengambilan keputusan dilakukan dengan jalan:

  1. Musyawarah untuk penegasan bersama. Di dalam musyawarah untuk penegasan bersama ini terbuka kemungkinan pengambilan keputusan lewat pemungutan suara.
  2. Pastor Paroki sebagai wakil Uskup dapat menunda pengambilan keputusan atau menunda pelaksanaan keputusan dalam bidang ajaran iman dan moral Gereja serta dalam hal-hal yang berkaitan dengan hukum Gereja.


FREKUENSI RAPAT

Frekuensi rapat yang diperlukan untuk menjamin komunikasi dan berfungsinya Dewan Paroki. Maka ditetapkan bahwa :

  1. Rapat Dewan Harian : seminggu sekali, tiap hari Jumat.
  2. Rapat Dewan Inti : sebulan sekali, pada hari Jumat ke-2
  3. Rapat Dewan Pleno : tiga bulan sekali
  4. Rapat Dewan Stasi : setiap seminggu sekali
  5. Rapat Bidang : sebulan sekali
  6. Rapat Wilayah : sebulan sekali
  7. Rapat Lingkungan : sebulan sekali