Persekutuan llahi
Umat Paroki St. Yusup Gedangan Semarang merupakan persekutuan (communio) umat beriman “yang disatukan berdasarkan kesatuan Bapa dan Putera dan Roh Kudus”. Umat Paroki St. Yusup Gedangan mengimani bahwa Allah Tritunggal juga mengundang seluruh umat paroki dalam kesatuannya dengan seluruh Gereja untuk masuk dalam persekutuan dengan diri-Nya. Persatuan Trinitaris ini menjadi sumber dan pola kesatuan umat paroki St. Yusup Gedangan. Kasih dan kebaikan yang diperoleh karena kesatuannya dengan Allah Tritunggal hendak dibagikan pula kepada sesama manusia yang dijumpai dan ditemui dalam kancah kehidupan sehari-hari umat paroki St. Yusup Gedangan. Dengan demikian persekutuan Tritunggal kudus dialami oleh umat paroki St. Yusup Gedangan sebagai sumber sekaligus tujuan hidupnya.

Persekutuan dan Perutusan Gerejawi
Umat Paroki St. Yusup Gedangan menyadari bahwa, bersama dengan seluruh Gereja, mereka dipanggil untuk menjadi sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia. Kesatuannya dengan kehidupan Allah Tritunggal disadari oleh umat paroki St. Yusup Gedangan sebagai perutusan untuk menjadi garam, ragi dan terang bagi dunia pada umumnya dan masyarakat Semarang pada khususnya.

Perutusan ini juga dihayati oleh umat paroki St. Yusup Gedangan sebagai hakikat Gereja sendiri yang bersifat misioner. Tugas perutusan itu dipercayakan oleh Yesus sendiri kepada Gereja-Nya. Dahulu dengan perintah yang jelas Yesus mengutus para murid untuk mewartakan kabar gembira. Dan sekarang melalui daya kekuatan kehidupan Kristus yang disalurkan kepada anggota-anggotanya, Kristus masih mempercayakan perutusan itu kepada Gereja-Nya. Dengan caranya masing-masing umat paroki St. Yusup Gedangan menjalankan perutusan itu. Kaum awam diutus menjadi terang dan garam bagi masyarakat sekitarnya. Kaum religius mempersembahkan hidupnya bagi Allah sehingga hidupnyalah yang menjadi kesaksian akan persekutuan ilahi yang penuh kasih. Sedangkan kaum tertahbis melayani seluruh umat agar “dengan bebas dan teratur bekerja sama” untuk mencapai tujuan keselamatannya.

Dalam kesadaran akan tugas perutusannya ini umat paroki St Yusup mau mengembangkan dirinya menjadi paguyuban yang terbuka. Keterbukaan itu dihayati dalam perjumpaannya dengan tiga hal yang ada di kota Semarang ini. Pertama, dengan yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir. Kedua, dengan aneka budaya yang hidup di tengah masyarakat. Dan ketiga, dengan umat beragama dan berkepercayaan lain. Umat paroki St Yusup Gedangan memandang mereka semua sebagai teman sepeziarahan menuju Kerajaan Bapa.

Tata Penggembalaan
Panggilan dan perutusan umat paroki St. Yusup Gedangan mau dilaksanakan dalam reksa pastoral yang nyata, yang meliputi lima bidang, yaitu bidang liturgi dan peribadatan, bidang pewartaan, bidang pelayanan kemasyarakatan, bidang paguyuban dan tata organisasi dan bidang sarana prasarana. Dalam hubungannya dengan masyarakat Semarang pada umumnya, umat paroki St. Yusup Gedangan siap melaksanakan reksa pastoral itu melalui kerjasama dengan semua pihak yang berkehendak baik. Sedangkan dalam Gereja sendiri, umat paroki St. Yusup Gedangan menempatkan diri dalam tata penggembalaan umat beriman yang tergabung dengan Keuskupan Agung Semarang maupun dalam kesatuannya dengan seluruh Gereja. Konkretnya, dalam tata penggembalaannya, paroki St. Yusup Gedangan melibatkan, mengembangkan, memberdayakan dan mencerdaskan seluruh umat. Segala bentuk kepengurusan dalam Gereja menjadi tanda dan sarana keterlibatan seluruh umat paroki St. Yusup Gedangan dalam melaksanakan panggilan dan perutusan dari Allah.